• Privacy Policy

Education Center

Education Center blog merupakan salah satu dari sekian banyak blog yang menyajikan berbagai informasi, dalam hal itu Education Center blog turut serta menyumbang informasi supaya dapat menambah wawasan kita semua

  • Home
  • Artikel
    • hukum menggambar binatang
    • Perbedaan antara log off dan lock
    • Cara menghilangkan jejak file yang pernah dibuka
  • Makalah
    • Makalah
  • Resep Masakan
    • Resep masakan
  • Humor
    • Cerita Lucu
  • Do'a-Do'a
    • DKumpulan do'a-do'a
  • kesehatan
    • Menurunkan Berat Badan
    • Memutihkan Wajah
Home » makalah » model-model pengembangan kurikulum

model-model pengembangan kurikulum

Unknown
Add Comment
makalah
Selasa, 14 Mei 2013


 

LANGKAH-LANGKAH DALAM MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM

disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Kurikulum
Dosen pengampu : Ali Muqoddas





                                                                                                               
Disusun Oleh:
1.      Septia nindi fadillah
2.      Siti lazimatun nasifah
3.      Syifaul hudlriyah
4.      Suroyya
5.      Wahyu fursiana



 
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA (INISNU)
JEPARA
2012 / 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam proses pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta canggihnya teknologi. Sedangkan pengembangan kurikulum merupakan proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.[1]
Kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Disamping itu, kurikulum harus bisa memberikan arahan dan patokan keahlian kepada peserta didik setelah menyelesaikan suatu program pengajaran pada suatu lembaga. Oleh karena itu, wajar bila kurikulum selalu berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi. Dalam perkembangan kurikulum tersebut tetntunya ada beberapa langkah yang harus ditempuh, dan banyak sekali model-model perkembangan kurikulum yang ada.
Dalam makalah ini kami akan membahas langkah dalam model perkembangan kurikulum.

B.     Rumusan Masaalah
1.      Apa saja model – model pengembangan kurikulum?
2.      Bagaimana langkah-langkah dalam model pengembangan kurikulum ?



BAB II
Model-Model Pengembangan Kurikulum

Menurut Robert S. Zain dalam bukunya Curriculum Principles and Foundation berbagai model dalam pengembangan kurikulum secara garis besar diutarakan sebagai berikut:
1.      Model Administrative
            Model administrative diistilahkan juga model garis staf atau top down, dari atas ke bawah.[2] Artinya kegiatan pengembangan kurikulum di mulai dari pejabat pendidikan yang berwenang yang membentuk panitia pengarah. Biasanya terdiri atas pengawas pendidikan, kepala sekolah, dan staf pengajar inti. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a)      Atasan membentuk tim yang terdiri atas para pejabat teras yang berwenang
b)      Tim merencanakan konsep rumusan tujuan umum dan rumusan falsafah yang diikuti
c)      Dibentuk beberapa kelompok kerja yang anggotanya terdiri atas para spesialis kurikulum dan staff pengajar yang bertugas untuk merumuskan tujuan khusus, GBPP, dan kegiatan belajar
d)     Hasil kerja dari butir 3 direvisi oleh tim atas dasar pengalaman atau hasil dari try out
e)      Setelah try out yang dilakukan oleh beberapa kepala sekolah, dan telah direvisi seperlunya, baru kurikulum tersebut diimplementasikan.

2.      Model Dari Bawah (Grass-Roots)
Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Dalam model pengembangan yang bersifar grass roots seorang guru, sekelompok guru atau keseluruhan guru disuatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum.[3] Langkah-langkahnya:
a)      Inisiatif pengembangan datangnya dari bawah (para pengajar)
b)      Tim pengajar dari beberapa sekolah ditambah nara sumber lain dari orang tua peserta didik atau masyarakat luas yang relevan
c)      Pihak atasan memberikan bimbingan dan dorongan
d)     Untuk pemantapan konsep pengembangan yang telah dirintisnya diadakan loka karya untuk mencari input yang diperlukan.[4]

3.      Model Demonstrasi
            Model demonstrasi ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum. Model ini umumnya berskala kecil, hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah, suatu komponen kurikulum atau mencakup semua komponen kurikulum. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. Langkah-langkahnya:
a)      Staff pengajar pada suatu sekolah menemukan suatu ide pengembangan dan ternyata hasilnya dinilai baik
b)      Kemudian hasilnya disebar luaskan disekolah sekitar

4.      Model Beaucham
   Model pengembangan kurikulum ini, dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Langkah-langkahnyaadalah sebagai berikut :
a)      Suatu gagasan pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan dikelas, diperluas disekolah, disebarkan disekolah-sekolah didaerah tertentu baik berskala regional maupun nasional yang disebut arena
b)      Menunujuk tim pengembangan yang terdiiri dari ahli kurikulum, para ekspert, staff pengajar, petugas bimbingan, dan nara sumber lain.
c)      Tim menyusun tujuan pengajaran, materi, dan pelaksanaan proses belajar mengajar
d)     Melaksanakan kurikulum disekolah
e)      Mengevaluasi kurikulum yang berlaku.

5.      Model Terbalik Hilda Taba
Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok, sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif, yang merupakan inverse atau arah terbalik dari model tradisional. Langkah-langkahnya:
a)      Mendiagnosis kebutuhan , merumuskan tujuan, menetunkan materi, menemukan penilaian, memperhatikan antara luas dan dalamnya bahan, kemudian disusunlah suatu unit kurikulum
b)      Mengadakan try out
c)      Mengadakan revisi atas dasar try out
d)     Menyusun kerangka kerja teori
e)      Mengemukakan adanya kurikulum baru yang akan didesiminasikan.

6.      Model Hubungan Interpersonal Dari Rogers
Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal. Langkah-langkahnya:
a)      Diadakannya kelompok untuk dapatnya hubungan interpersonal ditempat yang tidak sibuk
b)      Kurang lebih dalam satu minggu para peserta mengadakan saling tukar pengalaman, dibawah pimpinan staff pengajar
c)      Kemudian diadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas lagi dalam satu sekolah, sehingga hubungan interpersonal akan menjadi lebih sempurna
d)     Selanjutnya pertemuan diadakan dengan mengikut sertakan anggot yang lebih luas lagi, yaitu dengan mengikut sertakan para pegawai administrasi daan orang tua peserta didik.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyusunan kurikulum akan lebih realistis, karena didasari oleh kenyataan yang diharapkan.
7.      Model Action Research Yang Sistematis
            Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan social. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orangtua, siswa, guru, struktur system sekolah, pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal : hubungan insane, sekolah dan organisasi masyarakat, serta wibawa dari pengetahuan profesional.
Kurikulum dikembangkan dalam kontes harapan warga masyarakat, para orangtua, tokoh masyarakat, pengusaha, siswa, guru, dan lain-lain, mempunyai pandanagn tentang bagaimana pendidikan, bagaimana anak belajar, dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. Penyusunan kurikulum harus memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat, dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. Langkah-langkahnya:
a)      Dirasa adanya problem proses belajar mengajar disekolah yang perlu diteliti
b)      Mencari sebab-sebab terjadinya problem dan sekaligus dicari pemecahannya. Kemudian menentukan putusan apa yang perlu diambil sehubungannya dengan masalah yang timbul tersebut
c)      Melaksanakan putusan yang telah diambil.








BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Secara garis besar model-model dalam pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut :
1.      Model Administrative
2.      Model Dari Bawah (Grass-Roats)
3.      Model Demonstrasi
4.      Model Beaucham
5.      Model Terbalik Hilda Taba
6.      Model Hubungan Interpersonal Dari Rogers
7.      Model Action Research Yang Sistematis
Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal, tetapi juga perlu disesuaikan dengan system pendidikan dan system pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang digunakan.
B.     SARAN
Demikian makalah yang dapat kami susun semoga bermanfaat bagi kita, ini bukanlah  proses akhir sehingga kami masih memerlukan tanggapan, saran dan kritik yang dapat kami sempurnakan pada makalah-makalah lainnya.









DAFTAR PUSTAKA

Dakir, 2004, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suparlan. 2012. Tanya jawab Pengembangan Kurikulum & Materi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara



[1] Suparlan, 2012, Tanya jawab Pengembangan Kurikulum & Materi Pembelajaran, Jakarta:Bumi Aksara, hlm 79
[2] Prof. Drs. H. Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2004). Hlm 96
[3] Prof. DR. Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya: 2006) hlm. 162-163
[4]Prof. Drs. H. Dakir,  Op.Cit, hlm 96
Tweet
model-model pengembangan kurikulum Title : model-model pengembangan kurikulum
Description :   LANGKAH-LANGKAH DALAM MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum Dosen penga...
Rating : 5

0 Response to "model-model pengembangan kurikulum"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
  • Beranda
Photobucket

MENGENAI SAYA

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • artikel (8)
  • Do'a (1)
  • Humor (2)
  • makalah (15)
  • puisi (1)
  • Resep Masakan (2)
  • soal (2)
Back to top!
Copyright 2013 Education Center - All Rights Reserved Design by Jaka Pentol - Powered by Blogger